Liburan identik dengan bersenang-senang. Setiap orang
memiliki definisi yang beragam tentang “bersenang-senang”. Bagi saya, misalnya,
kesenangan saat liburan adalah berada di alam nan sejuk dan indah, lalu
mengabadikannya dengan kamera. Namun, bagi sebagian orang, bersenang-senang
saat liburan diwujudkan dengan menikmati beragam wahana di objek wisata. Jika
itu pilihan Anda, Tanjung Benoa bisa jadi alternatif destinasi liburan di Bali.
Hari itu, seharian kami berkeliling ke sejumlah destinasi
wisata di Bali. Pagi hari di Tanah Lot, lanjut ke Tanjung Benoa, Pulau Penyu,
Puja Mandala, Pantai Pandawa, dan senja di Garuda Wisnu Kencana. Malam hari, badan
benar-benar terasa penat dan butuh istirahat. Satu-satunya tempat yang
terbayang adalah kamar yang nyaman untuk tidur.
Saya selalu
berusaha menemukan sisi baik dari apa pun yang terjadi di depan mata. Itu cara
saya untuk menikmati setiap momen. Salah satunya adalah ketika menyeberangi
Selat Bali, penghubung Pulau Bali dan Pulau Jawa. Beberapa kali saya
menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali, menuju Pelabuhan Ketapang,
Banyuwangi, dengan kapal feri dan kerap malam hari. Nah, Akhir April lalu, kebetulan
kapal yang saya tumpangi berlayar pada sore hari.
Bagi saya, cuaca dingin memberi sensasi tersendiri saat
berada di sebuah destinasi wisata. Itu
pulalah yang saya rasakan saat berkunjung ke Danau Beratan di kawasan Bedugul,
Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Jangankan danau
yang dikelilingi bukit berselimut kabut, pemandangan sepanjang perjalanan yang
menanjak dan berliku pun memesona. Maklum, kawasan ini berada di dataran tinggi
Bali. Selain kebun buah, sayur, dan bunga, terdapat juga Kebun Raya Bedugul. Kawasan pegunungan yang kerap diguyur hujan
ini pun menyajikan panorama indah sepanjang perjalanan.
Salah satu cara mengenal sebuah daerah adalah melalui museumnya. Nah, jika Anda ingin mengenal sejarah Bali, datang saja ke Museum Bajra Sandhi. Museum yang juga dikenal dengan nama Monumen Perjuangan Rakyat Bali ini berdiri megah di tengah Lapangan Renon, Jalan Raya Puputan, Denpasar Timur, Denpasar. Selain hari libur nasional, Museum Bajra Sandhi dibuka setiap hari. Pada Senin-Jumat, museum dibuka pukul 08.30-17.00 WITA. Sedangkan pada Sabtu-Minggu, pengunjung bisa masuk mulai pukul 09.30-17.00 WITA.
Siang itu, setelah diguyur hujan di Pantai Pandawa, saya
sempat pesimistis akan mendapatkan cuaca cerah di Pura Luhur Uluwatu. Apalagi, perjalanan
menuju pura tersohor di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, ini
hanya memakan waktu sekitar 30 menit dari Pantai Pandawa. Namun, ternyata kenyataan berkata lain. Turun
dari kendaraan, saya disambut cuaca cerah. Saya pun tak mau menunggu lama untuk
menengok pura di tebing tinggi dengan view
laut lepas ini.
..................
Sejak saat
itu hatiku tak mampu
membayangkan rasa
di antara kita
di pasir
putih kau genggam jemari tanganku
menatap
mentari yang tenggelam
Semua berlalu
di balik khayalku
kenangan yang
indah berdua denganmu
di Kuta Bali
kau peluk erat tubuhku
di Kuta Bali
cinta kita
Bersemi dan
entah kapan kembali
mewangi dan
tetap akan mewangi
bersama rinduku
walau kita jauh
kasih, suatu
saat di Kuta Bali
..................
Pantai Pandawa merupakan salah satu bukti keberhasilan Bali mengelola potensi alam menjadi objek wisata yang mengandung magnet besar untuk menarik wisatawan. Berawal dari sebuah pantai indah nan sulit dijangkau, dibangunlah jalan akses menuju pantai dengan cara membelah bukit kapur. Hasilnya, Pantai Pandawa kini menjadi salah satu destinasi yang populer. Namanya pun melambung, sejajar dengan pantai-pantai lain di Bali yang telah tenar lebih dulu seperti Kuta atau Dreamland.
Selain keindahan alam, Bali punya beragam pesona budaya. Salah satunya adalah Tari Barong. Saya menyaksikannya bersama murid-murid saya akhir April 2015. Kami memilih pementasan Tari Barong Sekehe Barong Sila Budaya di Puri Anom, Batubulan, Gianyar. Pertunjukan dimulai pukul 09.30 dan berakhir pukul 10.30. Kami datang lebih pagi agar bisa memilih tempat duduk di deretan paling depan. Benar saja, kalau datang mendekati waktu pementasan, pengunjung harus rela duduk di deretan belakang dalam sanggar berkapasitas sekitar 300 penonton ini.
Wisatawan yang mengunjungi Bali,
sepertinya, tidak akan melewatkan Tanah Lot. Destinasi ini memang sangat
populer dengan pura yang berdiri kokoh di atas batu karang besar di tengah
pantai. Objek yang terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten
Tabanan, ini bahkan mungkin sudah
dianggap terlalu mainstream bagi
banyak wisatawan. Namun, tahukah Anda bahwa Tanah Lot punya sisi lain yang
mungkin tak sempat dinikmati pengunjungnya?







_1_wm.jpg)
_1_1_wm.jpg)