SISI LAIN TANAH LOT: ULAR SUCI, PURA BATU BOLONG, AIR TERJUN MELASTI

12:43:00



Wisatawan yang mengunjungi Bali, sepertinya, tidak akan melewatkan Tanah Lot. Destinasi ini memang sangat populer dengan pura yang berdiri kokoh di atas batu karang besar di tengah pantai. Objek yang terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, ini  bahkan mungkin sudah dianggap terlalu mainstream bagi banyak wisatawan. Namun, tahukah Anda bahwa Tanah Lot punya sisi lain yang mungkin tak sempat dinikmati pengunjungnya? 

Akhir April 2015, saya mendapat tugas mendampingi murid-murid SMA tempat saya mengajar untuk study tour ke Bali. Tanah Lot menjadi lokasi pertama. Karena sudah beberapa kali berkunjung ke pura yang beberapa kali direnovasi untuk mengantisipasi abrasi itu, kali ini saya ingin lebih meng-explore kawasan sekitarnya.  Umumnya perhatian pengunjung terpusat pada pura yang oleh umat Hindu Bali digunakan sebagai tempat pemujaan dewa-dewa laut ini. Padahal, ternyata kawasan ini memiliki pesona lain yang menurut saya juga menarik untuk dikunjungi. Selain gua dan ular suci, pengunjung dapat menyaksikan keindahan Pura Batu Bolong dan Air Terjun Pantai Melasti. Cukup sediakan waktu minimal 30 menit untuk menikmati sisi-sisi lain Tanah Lot.

Pura Tanah Lot
Pura Tanah Lot saat air surut
Pagi itu, saya memulai hari dengan menyambangi ular suci. Tidak sulit menemukan gua tempat ular ini berada yang terletak tepat di sisi timur Pura Tanah Lot. Ada dua penjaga di tempat ini. Setelah meminta saya memberikan sumbangan sukarela, seorang bapak berpakaian putih menunjukkan gundukan pasir berlubang kecil. Di dalam lubang tersebut terdapat dua ekor ular belang hitam abu-abu. Menurut si bapak, ular ini adalah jelmaan selendang seorang brahmana yang mengembara dari Jawa ke Bali, yaitu Danghyang Nirartha. Dialah yang mendirikan Pura Tanah Lot pada abad ke-16. Ular tersebut dipercaya sebagai penjaga Pura Tanah Lot sampai sekarang.

Gua tempat ular suci

Keluar dari lubang
Bapak pawang dan ular suci
Kabarnya, ular laut berekor pipih ini mempunyai bisa tiga kali lebih kuat daripada ular cobra. Namun, dengan bantuan pawangnya, pengunjung boleh mengelus-elus ular ini. Si bapak penjaga bahkan mengatakan, para pemeluk Hindu Bali percaya, dengan berdoa sambil memegang ular ini, keinginan mereka akan terwujud. Saya cukup melihat ular itu disorot dengan lampu senter si bapak. Karena tahu saya enggan menyentuhnya, si bapak kemudian menarik dan mengelus-elus dua ekor ular itu. “Biar rezeki lancar, gampang jodoh, punya keturunan, orang Bali bisa berdoa sambil mengelus-elus ular ini,” tuturnya.

Pura Batu Bolong 1
Pura Batu Bolong 2
Selanjutnya, saya menyaksikan kembali kemegahan Pura Tanah Lot. Saya memilih spot batu karang menjorok ke laut tepat di sisi utara Pura Tanah Lot. Dari tempat ini, saya kemudian ingin mengabadikan Pura Batu Bolong yang dulu hanya saya lihat. Sesuai namanya, Pura Batu Bolong merupakan pura yang dibangun di atas batu karang yang berlubang atau bolong di bagian bawahnya. Bentuknya menyerupai jembatan. Saat sunset, pura ini menjadi spot foto yang menarik. Tebing curam sepanjang Pura Batu Bolong dibatasi pagar dengan peringatan bahwa tebing ini berbahaya. Namun, tersedia tangga untuk pengunjung turun ke pantai di bawah batu karang itu. Saat air laut surut, bebatuan karang di pantai menjadikan pantai ini bertekstur unik.

Air Terjun Pantai Melasti dari kejauhan

Kalau bukan karena informasi seorang teman travel blogger, Leonard Anthony, mungkin Pura Batu Bolong adalah spot terakhir saya di Tanah Lot. Dia membuat saya penasaran tentang adanya Air Terjun Pantai Melasti di kawasan ini. Saya pun mencoba bertanya kepada seorang petugas kebersihan di taman, apakah memang ada air terjun itu. “Oh, ada Mas, dekat kok. Silakan jalan ke utara lagi, 200 meter lagi. Air terjun ada di sebelah utara kafe itu,” ujarnya sambil menunjuk tebing di ujung utara.
 
Saya pun bergegas menyusuri  jalan setapak menuju air terjun tersebut. Ternyata, jalan itu melintasi areal kafe bernama Warung Mandala. Selepas kafe itulah, dari jauh terlihat air terjun di sebuah tebing tinggi yang berhadapan dengan bibir pantai. Sama sekali tak terlihat pengunjung di sana. Tanpa ragu saya pun mendekati tebing tersebut. Sebelum sampai air terjun, ada sebuah sungai berarus deras dengan bebatuan besar. Untungnya, batu-batu itu bisa menjadi pijakan untuk sampai di seberang.
Tebing sepanjang Pantai Melasti
Sepi, sejuk, sendiri
Air Terjun Pantai Melasti dari dekat
Beberapa menit kemudian, sampailah saya di bibir pantai berhias Air Terjun Melasti. Air terjun ini berketinggian sekitar 15 meter. Curah air waktu itu cukup deras menerpa pasir pantai yang kemudian membentuk sungai kecil menuju pantai. Kabarnya, air terjun ini bersumber dari saluran irigasi persawahan di kawasan Tanah Lot. Pada puncak musim kemarau, saat volume air irigasi menyusut, tak akan terlihat lagi air terjun ini.


Panorama Pantai Melasti
Di tempat itu saya benar-benar sendiri. Saya pun membiarkan kulit merasakan hembusan sejuk angin pagi. Sengaja saya sambil sesekali memejamkan mata, membiarkan telinga mendengar lebih jelas deru suara air terjun dan sesekali riak gelombang pemecah sunyi. Meski tak lama, perpaduan air terjun dan pantai pagi itu memberi kesan tersendiri bagi saya tentang  kebesaran dan nikmat Tuhan yang ditebarkan di Tanah Lot.  (*)

You Might Also Like

10 comments

  1. Ke Melasti juga ya mas.. Siiipp.. Tetap saja sepi.. kayaknya lebih bagus untuk biarkan si melasti sepi saja,. hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setujuuuu, Mas ixl41. Hehehe. Serasa menemukan hidden paradise saat berada di Pantai Melasti.

      Delete
  2. Baru tahu ada air terjun pantai Melasti, mas -__-" Selama ini ikut tour ke Bali, paling mentok foto-foto di Tanah Lot saja.
    Nice share, mas ^ ^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, Fibi. Salam kenal. Saya juga baru tahu April kemarin setelah beberapa kali ke Tanah Lot, dan ternyata deket. Terima kasih ya. Senang bisa berbagi.

      Delete
  3. posisi air terjunx sblah mana ya,.?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebelah kanan Pura Batu Balong, Mas.

      Delete
  4. pak mas edy, pura watu bolongnya udah tahu saya walau g sempat mendekat, kalau air terjunnya sebelah mana itu pak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari Pura Batu Bolong ini, jalan terus ke kanan Pak, nanti ada Kafe Mandala. Nah, air terjunnya di seberang kafe itu.

      Delete
  5. Wah saya telat baca postingan ini... pas ke Tanah lot kemarin nggak sempat menengok sepinya melasti.

    heehe iya tapi mah mendingan sepi dari pada kotor hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga para pengunjungnya bisa jaga kebersihan ya Mbak. Besok lagi kalo ke Tanah Lot, mampir sini, Mbak

      Delete

>