Bukit Jamur. Sejak sekitar empat
bulan lalu, nama bukit di Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa
Timur, ini melambung setelah foto-fotonya tersebar di media sosial. Foto-foto
itu mengundang pengunjung dari beberapa kota untuk datang dan menyaksikan dengan
mata kepala sendiri keunikannya. Mereka yang tinggal di dekat dengan objek ini
pun baru tersadar bahwa ada fenomena alam yang unik di sekitar mereka. Dan,
jadilah Bukit Jamur sebagai lokasi wisata dadakan dengan jumlah pengunjung yang
tidak bisa dibilang sedikit.
Sore itu cuaca galau alias labil.
Beberapa menit hujan, kemudian cerah, kemudian gerimis, lalu cerah lagi. Hujan
turun saat saya dan kawan-kawan tiba di pelataran parkir Candi Ijo di Dusun
Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Untungnya,
tak lama kemudian hujan reda. Kami pun bergegas menaiki anak tangga menuju
candi bercorak Hindu ini. Dan, terasa istimewa, kami disambut pelangi.
![]() |
| http://travelbloggersindonesia.com/ |
Bukan objek wisata, tetapi ramai pengunjung. Inilah lokasi yang
saya datangi 2 Januari 2015 lalu. Sebuah bukit kapur di Desa Sambirejo,
Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Tujuan saya sebetulnya
adalah Candi Ijo di kawasan yang sama. Namun, saya dengar, beberapa meter
sebelum Candi Ijo, terdapat sebuah bukit kapur yang menarik untuk dikunjungi.
Masih di
hari ketiga trip saya di Yogyakarta, 2 Januari 2015, destinasi berikutnya adalah
Pantai Drini. Tidak sulit menemukan pantai ini. Letaknya sangat dekat dengan
perkampungan penduduk di Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul,
yang rata-rata berprofesi sebagai nelayan. Seperti lokasi sebelumnya yang saya
datangi, Pantai Ngandong, saya tak perlu membayar tiket masuk lagi, cukup
ongkos parkir.
Love at the first
sight! Tidak berlebihan jika itulah yang saya rasakan saat pertama kali
melihat Pantai Ngandong. Garis pantai, pasir, gradasi warna air, ombak, dan
bebatuan karangnya membuat saya berdecak kagum. Tanpa sadar, saya menghabiskan
banyak waktu untuk meng-explore
setiap sisi pantai yang masih terjaga kebersihannya ini.
Hari ketiga di Yogyakarta, 2
Januari 2015, saya menjelajahi Gunungkidul. Sudah lama saya dengar salah satu
kabupaten di Provinsi DIY itu memiliki banyak destinasi cantik, mulai air
terjun, pantai, gua, dan perbukitan. Dengan bantuan dua kawan saya di
Yogyakarta, Dede Sunarya dan Ryo Rebi, saya menyusun rute mulai air terjun, pantai, hingga candi. Lokasi pertama yang
kami kunjungi adalah Air Terjun Sri Gethuk. Objek yang juga dikenal dengan nama
Air Terjun Slempret dan Air Terjun Sompret ini terletak di Dusun Menggoran,
Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul.
Provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta memang benar-benar daerah istimewa. Bukan hanya potensi wisata yang
bertebaran di lima kabupatennya. Tak jarang lokasi wisata itu berdekatan. Pantai
Parangtritis di Kabupaten Bantul, misalnya, berdekatan dengan Bukit
Parangendog, Pantai Parangkusumo, Pantai Depok, dan Gumuk Pasir. Saat ada
kesempatan ke Bantul, saya pun ingin membunuh rasa penasaran dengan mengunjungi
objek-objek tersebut.
Berfoto di tempat ekstrem,
rupanya, kini menjadi trend di media sosial. Lihat saja, banyak yang gemar berfoto
di ujung tebing, di tepi kawah, di bibir jurang, atau di atas pohon. Yang
jelas, semua berhubungan dengan ketinggian. Nah, kalau Anda ingin uji nyali
seperti itu, datanglah ke Bukit Parangendog, Yogyakarta. Saya, istri, dan kawan
kami, Dede Sunarya, sudah mencobanya persis di hari pertama tahun 2015.
_wm.jpg)
_wm.jpg)
_1_wm.jpg)

.jpg)

.jpg)


