Ini kali keempat saya
menulis tentang Coban Talun. Setiap datang ke sana, selalu ada cerita yang
menggelitik saya untuk berbagi. Tulisan pertama tentang sensasi menikmati air
terjun di kawasan Bumiaji, Batu, ini benar-benar seorang diri. Tulisan kedua
tentang pengalaman mistis saat camping di sana. Tulisan ketiga tentang
penangkaran lutung Jawa. Nah, tulisan keempat ini tentang geliat wisatanya yang
mengundang pengunjung.
2016 merupakan tahun ketiga saya menekuni ketertarikan akan fotografi
dan traveling, kemudian mendokumentasikannya melalui blog ini. Alhamdulillah,
sepanjang 2016, Allah menganugerahkan kesempatan untuk saya melangkah lebih
jauh, melihat lebih banyak, dan mendengar lebih luas tentang alam dan isinya
ini. Di pergantian tahun 2016 menuju 2017 ini, saya mengulas kembali sejumlah
destinasi yang saya kunjungi sepanjang tahun ini di Lumajang, Malang, Batu,
Pasuruan, Nganjuk, Kalimantan, dan tentunya Bojonegoro. Harapan saya,
pengalaman saya bermanfaat untuk teman-teman yang ingin mengunjunginya juga.
Setelah menonton atau mencoba sendiri paralayang di Gunung Banyak, Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, jangan
buru-buru turun. Luangkan waktu sebentar untuk mencoba sensasi Omah Kayu. Destinasi
ini unik. Pengunjung bisa menginap atau sekadar bersantai di rumah dan ambalan
yang terbuat dari kayu. Ini bukan rumah atau ambalan biasa karena berada di
batang-batang pohon pinus. Dengan view
pegunungan, sawah, kebun, dan pemukinan dari ketinggian, tak sedikit pengunjung
yang lupa waktu.
Hari sudah menjelang Maghrib. Pucuk-pucuk pinus berselimut
kabut. Warna putihnya menyembul, berarak, dan menutupi pepohonan. Jarak pandang
kian terbatas dibuatnya. Namun, saya masih ingin mengabadikan pemandangan hutan
pinus di kawasan Coban Talun, Batu, ini. Sebuah pemandangan yang tak bisa saya
jumpai di tempat saya tinggal.
Saya sudah dua
kali mengunjungi Coban Talun, pada tahun 2000 dan 2014. Namun, akhir Agustus 2015
lalu, ada tugas mendampingi siswa-siswa untuk mengikuti latihan dasar
kepemimpinan di kawasan wisata yang berlokasi Desa Tulungrejo, Kecamatan
Bumiaji, Kota Batu, ini. Tak mau pulang dengan tangan hampa, sampai di sana saya
pun mencari tahu ada daya tarik apa yang bisa saya lihat selain hutan pinus dan
air terjun yang sudah saya tulis di blog ini sebelumnya. Ternyata, di kawasan
Coban Talun terdapat pusat rehabilitasi lutung Jawa. Saya pun penasaran dan menyempatkan diri mendatanginya.
Malang dan Batu, Jawa Timur, dikenal memiliki sejumlah
air terjun. Di dua kota itu, air terjun disebut coban. Di antaranya, Coban Rondo, Coban Talun, Coban Jahe, Coban
Rais, dan Coban Pelangi. Nah, Senin, 17 November 2014, aku berkesempatan menjelajahi
Coban Talun di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Masih
dari edisi workshop berbuah
jalan-jalan. Hehe.
Sambil menyelam minum air. Inilah
yang aku lakukan saat mengikuti sebuah workshop
di Batu, Jawa Timur, 14-17 November 2014. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan,
aku mengunjungi objek wisata yang dekat dengan hotel lokasi workshop, yaitu Selecta dan Coban Talun.
Di edisi kali ini, aku mengupas Selecta. Sedangkan Coban Talun akan jadi the next post.






