Tuesday, 7 June 2016

TARAWIH ONE NIGHT ONE JUZ DI MASJID AL BIRRU PERTIWI



Marhaban ya Ramadhan. Selamat datang, bulan penuh rahmat dan ampunan. Ya, Ramadhan telah menyapa umat Islam. Karena berharap mendulang pahala berlipat ganda, pada bulan suci itu, kaum muslimin umumnya berlomba-lomba meningkatkan ibadah. Bukan hanya puasa, tetapi juga ibadah lainnya seperti salat tarawih, tadarus, zakat, sedekah, dan masih banyak yang lainnya.


Nah, Jika ingin merasakan ibadah yang istimewa selama bulan puasa, Anda bisa memilih Masjid Al Birru Pertiwi di Jalan Raya Dander-Bojonegoro. Masjid yang diresmikan pada 25 Januari 2014 oleh Bupati Bojonegoro Suyoto ini menyelenggarakan beragam kegiatan untuk para jamaahnya. Di masjid yang dibangun oleh keluarga Bapak Santosa Hardjosuwito dan Ibu Pertiwi ini, umat Islam difasilitasi untuk menunaikan ibadah-ibadah selama bulan Ramadhan.

Disebut juga Masjid Kubah Emas

Arsiteknya Uke Setiawan, juga mengarsiteki Masjid Kubah Emas di Depok, Jawa Barat

Salah satu kegiatan yang menarik banyak jamaah adalah salat tarawih. Berbeda dengan salat tarawih di masjid atau mushala lain yang tak jarang adu cepat, salat tarawih di Masjid Al Birru Pertiwi justru lebih lama. Sebab, mereka menerapkan program one night one juz. Imam tarawih di masjid tersebut membaca satu juz ayat Alquran setiap malam dengan target khatam Alquran selama 30 malam salat tarawih diselenggarakan. Durasinya tak kurang dari satu jam. 

Memang, satu jam untuk salat tarawih terbilang lama. Namun, para jamaah mengaku memilih Masjid Al Birru Pertiwi karena berbagai alasan. Selain bangunan masjid yang megah dan nyaman, mereka ingin mendapatkan keistimewaan dalam beribadah. Apalagi, imam salat di Masjid Al Birru Pertiwi merupakan para hafidz (penghafal Alquran) bersuara merdu. Mereka adalah Ustad Abdul Wahab Sya’roni dari Sidoarjo, Ustad Muhammad Husnul Wadi’ (imam Masjid Al Birru Pertiwi), dan Ustad Abdur Rouf (juara MHQ nasional).  Para makmum pun mengaku tak merasakan lamanya waktu karena menikmati lantunan ayat-ayat Alquran yang dikumandangkan selama salat berlangsung.

Interior yang dihiasi ayat Alquran
Kaligrafi di langit-langit masjid

Bahkan, beberapa jamaah mengaku merasakan sensasi seolah-olah mengikuti salat tarawih di Masjidil Haram, Makkah. Selain satu malam satu juz, jumlah rakaatnya pun sama, yaitu 20 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir. Masjid Al Birru Pertiwi, tampaknya, memberikan alternatif salat tarawih di antara shalat tarawih di masjid dan mushala lain yang kadang superkilat. Meski demikian, jamaah yang datang tak sedikit. Bukan hanya dari beberapa kecamatan di Bojonegoro, melainkan juga dari luar kota.

Selain salat tarawih one night one juz, terdapat beberapa kegiatan selama bulan Ramadhan di masjid yang didirikan di atas lahan seluas 11.000 m2 ini. Di antaranya, buka puasa bersama setiap Maghrib, tadarus Alquran yang dimulai setiap pukul 21.00, Pengajian Tombo Ati dengan pembicara Ustad Agus Sholahuddin, M.HI dan Ustad Yogi Prana Izza, Lc, Ma setiap hari Minggu pukul 05.30-07.00, kultum (kuliah tujuh menit) selepas tarawih, i’tikaf dan salat malam di sepuluh hari terakhir Ramadhan pada pukul 02.00-03.00, serta Wisata Ramadhan, yaitu pesantren kilat untuk remaja. 

Masjid tampak dari jalan raya
Sang pendiri ingin menjadikan masjid ini sebagai Islamic Center di Bojonegoro
Bukan hanya itu. Masih ada tiga kegiatan lainnya. Pertama, Jumat Mubarak, yaitu tausiah setelah salat Jumat. Para pembicaranya adalah Dr. Ridlwan Hambali, Lc, Ma (Jumat pertama), KH Jamaluddin (Jumat kedua), KH Diman Nashihin (Jumat ketiga), dan KH Saifur Rohman (Jumat keempat). Kedua, penerimaan dan distribusi zakat, infak, dan sedekah oleh Lembaga Amil Zakat Masjid Al Birru Pertiwi. Ketiga, shalat Idul Fitri yang diselenggarakan pada hari kemenangan setelah satu bulan penuh menahan hawa nafsu. 

Selamat menunaikan ibadah-ibadah Ramadhan. Semoga kita selalu diberi kekuatan lahir dan batin untuk menggapai keagungan bulan yang kita nanti-nanti kehadirannya ini. (*)

11 comments:

  1. Subhanallah, sangat lengkap paket ramadhan yang ditawarkan masjid ini. Di kota ada atau tidak ya paket masjid seperti ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang paling beda mungkin tarawihnya, Bu Nurul. Kalo kegiatan-kegiatan lain, insya Allah ada juga di masjid-masjid lainnya.

      Delete
  2. beda banget sama mesjid yang ada di daerah saya mas. Btw itu siapa mas yang sedang tidur dalam mesjid tersebut ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Bojonegoro pun mungkin ini satu-satunya, Mas.

      Yang tidur itu seorang kakek yang mungkin istirahat setelah jamaah Dhuhur. Hehehe.

      Delete
  3. Pengalaman istimewa ya mas bisa sholat tarawih di masjid ini, subhanallah...Ini letaknya jauh nggak mas dari Sumberejo? insyaalah minggu depan mau kerumah temen yang ada di bojonegoro :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari Sumberrejo agak jauh, Mas, sekitar 30 km. Tapi ga ada salahnya menempuh perjalanan jauh demi tarawih yang istimewa.

      Delete
  4. Alhamdulillah bisa menemukan temam sy kembali.. Terharu membaca tulisan-tulisan jenengan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, terima kasiiih, Bu Dian Suryahandayani. Senang juga bisa bertemu kembali. Mohon masukan untuk tulisan-tulisan saya.

      Delete
  5. Konennya hanya satu: LUAR BIASA...

    ReplyDelete
  6. Konennya hanya satu: LUAR BIASA...

    ReplyDelete