Thursday, 12 January 2017

SISWA SMAN 1 BOJONEGORO BERSIHKAN PANTAI KUTA



Di penghujung Desember 2016, saya mengantar siswa kelas XI SMAN 1 Bojonegoro, sekolah tempat saya mengajar, untuk study tour ke Pulau Bali. Salah satu lokasi yang dituju adalah Pantai Kuta. Namun, saat kami tiba di pantai yang pernah menjadi primadona wisata Bali ini, pemandangan yang ada sangat memprihatinkan. Sepanjang garis pantai dipenuhi sampah plastik.


Menurut guide yang mendampingi rombongan kami, sampah ini merupakan kotoran kiriman akibat angin barat. Musim angin barat datang setiap tahun dan selalu membawa sampah hingga ke bibir pantai. Yang membuat miris, ini bukanlah sampah alam seperti batang atau daun, melainkan sampah plastik yang telah terendam air laut berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. 

Tak ayal, Pantai Kuta yang sebenarnya telah memudar pesonanya itu pun kini kian merana. Pemandangan yang tak indah ditambah bau sampah yang tak sedap membuat para pengunjung kecewa. Umumnya pengunjung hanya duduk-duduk jauh dari bibir pantai. Hanya tampak sedikit pengunjung yang bermain air atau berselancar. 

Para siswa tak jijik memungut sampah basah
Bangga berkontribusi demi kebersihan lingkungan

Namun, para siswa SMAN 1 Bojonegoro tak mau diam. Beberapa siswa berinisiatif membeli kantong plastik besar lalu dibagikan kepada teman-temannya. Mereka tergugah untuk membersihkan sampah di Pantai Kuta. Awalnya hanya beberapa siswa yang rela memunguti sampah. Namun, dalam hitungan detik, rekan-rekan mereka pun turun tangan, menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Mereka tak hanya memunguti sampah kering, melainkan juga sampah basah di pantai. Mereka tak tampak jijik meskipun  sampah-sampah itu pasti mengandung kuman. Rupanya, semangat mereka membersihkan sampah mengalahkan rasa malas. “Ngga masalah, Pak, tangan kotor sebentar. Setelah ini bisa cuci tangan,”  kata Rahadya Anisha Kanarikha, siswa kelas XI.2.

Bahu-membahu memenuhi kantong plastik dengan sampah.
Para siswa berusaha mengumpulkan sampah sebanyak-banyaknya
Niat menikmati sunset, mereka justru menikmati aksi bersih-bersih pantai

Sebenarnya, aksi bersih-bersih pantai itu tak mengherankan. Para siswa telah terbiasa menjaga kebersihan lingkungan lantaran SMAN 1 Bojonegoro kini bergelar sekolah adiwiyata. Yakni, sekolah yang seluruh warganya berkomitmen menjaga kebersihan dan mencegah kerusakan lingkungan. Sebagian besar siswa telah terpilih sebagai kader kesehatan remaja (KKR) yang bertugas merawat kebersihan dan keasrian lingkungan sekolah.

“Karena itu, kami risih ketika melihat Pantai Kuta penuh sampah seperti ini. Kami ingin pantai yang menjadi tujuan wisata banyak wisatawan ini kembali bersih seperti semula,” terang Ahmad Abitya, siswa kelas XI.3.

Puluhan kantong plastik berisi sampah terkumpul
Sampah yang telah terkumpul memudahkan petugas kebersihan pantai
Sedikit kepedulian berdampak besar

Memang, lantaran hanya beberapa menit, para siswa hanya mampu mengumpulkan sekitar 20 kantong plastik besar sampah. Namun, aksi mereka menunjukkan kepedulian yang luar biasa. Bayangkan, mereka merupakan pengunjung objek wisata yang semula berniat menikmati keindahan sunset di Pantai Kuta. Namun, keadaan mengundang rasa kepedulian mereka. 



“Justru kegiatan bersih-bersih pantai ini berkesan untuk saya. Keberadaan kami di pantai sore ini bermanfaat untuk lingkungan,” ujar Shofiuddin Al Mufid, siswa kelas XI.1. (*)

5 comments:

  1. Sebuah aktifitas yang sangat positif. Keren! A Plus for SISWA SMAN 1 BOJONEGORO.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah. Terima kasih, Mas Mirwan.

      Saya juga salut sama anak-anak karena punya inisiatif positif.

      Delete
  2. wah keren banget ya, jalan jalan sekalian bersih bersih pantai...salut dah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasiiih, Ko Har. Saya sendiri salut sama mereka. Hehehe.

      Delete