Wednesday, 26 August 2015

UNIKNYA BUKIT KAPUR SEKAPUK



“Mau tanya, Pak, bukit kapur Sekapuk sebelah mana ya?” tanya saya kepada seorang bapak di pertokoan dekat gapura masuk Desa Sekapuk.

Tak menjawab pertanyaan saya, si bapak dengan wajah tanpa ekspresi malah melontarkan pertanyaan, “Mau apa Mas ke sana?”

Meski sempat bengong dengan pertanyaan si bapak, saya lalu menjelaskan tujuan saya dengan kalimat yang menurut saya paling mudah dimengerti, “Mau lihat pemandangan, Pak.”

“Kalau tempat gali kapur, ada di sana (menunjuk arah masuk Desa Sekapuk), tapi itu tempat orang kerja, bukan tempat melihat pemandangan, Mas,” terang si bapak ini sambil memandang saya lekat-lekat.

Monday, 17 August 2015

BERBAGI ILMU DAN MENIMBA KEARIFAN LOKAL DI WAE REBO

Anak-anak Wae Rebo (photo by Wira Nurmansyah)


Saya seorang guru. Saya suka traveling. Mengapa kedua hal itu tidak dipadukan? Itulah yang terlintas di benak saya akhir-akhir ini. Ingin rasanya mengunjungi daerah-daerah di Indonesia yang indah panoramanya ini sambil membawa sebuah misi. Bertemu anak-anak di sana. Menikmati keindahan alam bebas sambil bermain dan belajar. Bukankah seru menulis puisi lalu membacakannya di bawah air terjun? Bukankah menantang bertukar pengalaman di pantai nan biru? Bukankah menarik menulis cerita di kaki gunung nan sejuk? 

Friday, 7 August 2015

KWAN SING BIO, SIMBOL KETERBUKAAN ANTARETNIS DAN AGAMA



Jujur saja, selama ini saya tidak pernah memasuki tempat ibadah agama selain agama yang saya anut. Menurut saya, tempat ibadah merupakan kawasan yang sangat dijunjung tinggi kesakralannya sehingga hanya pemeluk agama itulah yang berhak memasukinya. Namun, anggapan saya itu tak terbukti saat saya menjejakkan kaki di kawasan Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban. Tempat ibadah umat Tri Darma (Buddha, Tao, dan Konghucu) ini sangat terbuka bagi para pengunjung beragama lain. Dan, kelenteng ini kini menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Tuban.