Tuesday, 8 September 2015

PESONA BARU TUBAN, PANTAI REMEN



Pantai berpasir putih di Tuban? Serius ada? Pertanyaan itulah yang sempat terlintas ketika saya pertama kali mendengar kabar bahwa kota yang populer dengan minuman khasnya, tuak, ini memiliki Pantai Remen, pantai berpasir putih. Maklum, pantai-pantai di Tuban dan sekitarnya umumnya berpasir hitam dan berair keruh. Dan, akhirnya saya pun menyaksikan dengan mata kepala sendiri hamparan pasir putih di Pantai Remen akhir Juli lalu.


Panorama laguna Pantai Remen
Pantai Remen berada di Desa Remen, Kecamatan Jenu. Jaraknya sekitar 20 kilometer dari Kota Tuban ke arah Semarang dengan waktu tempuh kurang lebih 45 menit. Setelah turun dari jalan raya, kendaraan harus melewati jalan kecil berbatu. Tenang, tak perlu jalan kaki jauh karena kendaraan bisa diparkir di dekat pantai. Tak ada tiket masuk, cukup bayar ongkos parkir.

Siang itu, cuaca sangat terik. Namun, itu sama sekali tidak mengurangi niat saya menjelajahi Pantai Remen. Begitu turun dari kendaraan, pemandangan pertama yang tersaji adalah deretan pohon cemara di sepanjang pantai. Pohon-pohon ini sengaja ditanam setelah pantai ini dikunjungi banyak wisatawan. Jadilah pohon-pohon yang mulai tinggi ini menjadi tempat berteduh dan menikmati suasana santai di tepi pantai.

Tempat anak-anak berenang
Air dangkal dan jernih

Sebelum bertemu dengan bibir pantai, pengunjung akan disuguhi sebuah laguna. Bentuknya menyerupai sungai, tapi airnya asin (saya benar-benar mengecap rasanya lho heheh). Bagian ini terpisah dari laut oleh penghalang yang berupa pasir dan bebatuan kecil berwarna putih. Pasir tersebut ditumbuhi deretan pohon cemara. Bagian laguna yang dangkal menjadi tempat yang aman untuk anak-anak berenang atau sekadar bermain air.

Beberapa meter dari laguna itu, barulah terlihat pantai dengan hamparan pasir putihnya. Saya pun sengaja menyentuh tekstur pasirnya. Di beberapa bagian pantai, pasir bertekstur kasar mirip biji-bijian. Sedangkan di bagian lain pantai, pasir bertekstur lembut dan halus. Warnanya memang benar-benar putih.

Sisi barat pantai
Sisi timur pantai
Pasir beragam tekstur

Memang, air Pantai Remen tak jernih alias agak kecokelatan. Namun, saya sangat tertarik dengan buih putihnya yang selalu tampak eksotis saat bertemu dengan pasir putih. Langit biru dan pohon-pohon cemara hijau menjadi perpaduan yang menarik bagi saya. Hati-hati dengan ombaknya yang cukup besar jika ingin berenang.

Kalau ingin merasakan suasana pantai lebih personal, jangan datang pada hari libur dan akhir pekan. Pengunjung yang datang dengan rombongan komunitas, teman, atau keluarga umumnya memadati pantai saat libur tiba. Saya yang saat itu datang pas libur Lebaran terpaksa berbagi spot foto dengan para pengunjung lainnya.
  
Saya dan Pantai Remen
Menurut saya, Pantai Remen butuh pengelolaan yang lebih serius oleh pihak pemerintah setempat. Banyaknya pengunjung dan menjamurnya pedagang tentu saja meninggalkan permasalahan. Apa lagi kalau bukan sampah? Pasir putih Pantai Remen terancam tak indah lagi jika sampah bertebaran di sana-sini.  (*)
 
Pantai Remen dan deretan pedagang

4 comments: