RELA GOSONG DI PANTAI NGANDONG

21:58:00




Love at the first sight! Tidak berlebihan jika itulah yang saya rasakan saat pertama kali melihat Pantai Ngandong. Garis pantai, pasir, gradasi warna air, ombak, dan bebatuan karangnya membuat saya berdecak kagum. Tanpa sadar, saya menghabiskan banyak waktu untuk meng-explore setiap sisi pantai yang masih terjaga kebersihannya ini.

Garis pantai unik
Pantai Ngandong merupakan destinasi kedua saya pada hari ketiga saya di Yogyakarta, 2 Januari 2015, setelah mengunjungi Air Terjun Sri Gethuk. Objek menarik ini berlokasi di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul. Sebelum menikmati keindahan Pantai Ngandong, pengunjung akan melewati gerbang loket tiket. Tarifnya Rp 19.000 untuk dua orang. Mahal? Menurut saya tidak karena tarif itu untuk sejumlah pantai yang memang berdekatan, yaitu Pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, Sadranan, Sundak, Pulangsawal, dan Poktunggal atau Indrayanti. Di setiap pantai tujuan, kita tinggal membayar ongkos parkir.

Batu karang menyerupai pulau
Masih bersih dan alami
Kawan saya yang telah lama tinggal di Yogyakarta, Ryo Rebi, memilihkan Pantai Ngandong sebagai destinasi pagi itu karena menurutnya pantai ini lebih indah dibanding sejumlah pantai lainnya. Dan, ternyata benar. Begitu turun dari mobil, mata saya langsung terpikat dengan panorama yang disuguhkan Pantai Ngandong. Pasir putih berpadu dengan air laut bergradasi hijau biru. Garis lengkung pantai yang unik diapit dua bukit karang yang hijau. Bukan hanya itu. Saat itu, kebetulan air laut sedang pasang. Batu karang besar pemecah ombak yang terdapat di beberapa meter lepas pantai pun menyerupai pulau kecil.  
Bukit karang sisi kiri pantai
Bukit karang sisi kanan pantai

Pantai Sundak
Karena batu karang itulah, ombak yang menyentuh bibir pantai tak sebesar sebelumnya. Anak-anak pun aman bermain pasir atau berenang di pantai ini. Jika tak ingin menemani anak-anak bermain, para orang tua bisa menikmati pesona pantai dari gazebo-gazebo kecil di tepi pantai. Sedangkan saya dan kawan-kawan lebih memanfaatkan waktu untuk mengabadikan keindahan Pantai Ngandong dari berbagai angle

Karang pemecah ombak
Gradasi warna air aut
Untuk mendapatkan view menarik, kami awalnya memanjat bukit karang di sisi kiri pantai. Dari tempat ini, selain pesona Pantai Ngandong, saya juga bisa melihat Pantai Sundak. Setelah puas berpanas-panas di bukit sisi kiri, selanjutnya kami melanjutkan “pengintaian” ke bukit sisi kanan. Di bukit karang ini terdapat sebuah resort yang sepertinya telah lama tidak dipakai. Karena itulah, dengan bebas kami menjelajahi bukit dan resort itu. Hehehe. Dan, dari bukit ini, kali ini saya bisa mengabadikan Pantai Sadranan.

Pantai Sadranan
Serunya pantai ini adalah setiap sudut pengambilan foto menyajikan view indah yang berbeda. Meskipun, akhirnya kulit gosong terbakar matahari. Hehehe. Salah saya sendiri tidak memakai pelindung seperti topi atau sunblock.

Resort yang tak terpakai
Halaman resort
Aktivitas lain yang bisa dilakukan pengunjung Pantai Ngandong adalah memancing. Spot untuk “berlatih kesabaran” itu berada di bukit karang sisi kiri, bersebelahan dengan Pantai Sundak. Pengunjung juga bisa tracking atau mini off road. Jika ingin menambah pengalaman, pengunjung bisa melihat atau menemani nelayan mencari rumput laut. Kabarnya, sunset di pantai ini juga cantik.

Saya dan Pantai Ngandong
Panorama Pantai Ngandong
Memang, Pantai Ngandong tak sepopuler Pantai Indrayanti atau Kukup hingga tak terlalu banyak pengunjung. Namun, justru itulah yang mungkin membuat kebersihan dan keindahan pantai ini tetap terjaga. Dan, saya pun benar-benar jatuh cinta sejak pandangan pertama. (*)

You Might Also Like

0 comments

>