RASAKAN OFF ROAD LAVA TOUR MERAPI

00:19:00




Hari kedua saya di Yogyakarta tepat di hari pertama tahun 2015. Pagi yang cerah tak saya sia-siakan. Ada beberapa destinasi yang saya ingin kunjungi hari itu. Dengan motor sewaan (Mas Toro 085726153456), saya dan istri meluncur dari penginapan di kawasan Jl Malioboro menuju objek pertama, Gunung Merapi. Jalanan yang sepi lancar membuat kami menikmati perjalanan menuju kawasan Kaliurang. Di Kaliurang km 13, kawan kami, Dede Sunarya, sudah menunggu. Setelah bertemu, kami pun tancap gas menuju Tlogo Putri Kaliurang, tempat start lava tour Gunung Merapi.

Kali Kuning
Saat kami tiba di sana, pengunjung belum banyak. Kami pun sepakat mengambil paket medium lava tour dengan Jeep berkapasitas empat penumpang. Tarifnya Rp 350.000 selama libur Natal dan tahun baru. Pada hari biasa, Rp. 300.000. Menurut Mas Bimo, driver Jeep, paket medium lava tour memakan waktu sekitar 2 jam dengan jarak tempuh 20 km. Kami dijanjikan berhenti di beberapa titik untuk melihat dari dekat objek yang menarik selama perjalanan, yaitu Kali Kuning, mini museum, Bukit Petung, Kaliadem, bunker, Desa Jambu, batu wajah, Lembah Bendo, dan Tempuran.

Sepanjang perjalanan, Mas Bimo juga sekaligus menjadi guide kami. Dia bercerita banyak tentang Gunung Merapi. Tentu saja kami pun banyak bertanya tentang erupsi Merapi yang terjadi pada bulan Oktober 2010. Ternyata, Mas Bimo ikut aktif membantu evakuasi korban pada saat itu. Dia menuturkan, letusan Merapi menyemburkan material vulkanik disertai awan panas yang menerjang sejumlah kawasan di kaki Merapi. Bukan hanya itu. Gunung Merapi juga memuntahkan lava pijar. Puluhan orang meninggal dan ratusan lainnya kehilangan harta benda.

The Jeep
Gallery foto
Sisa-sisa musibah letusan Gunung Merapi dapat saya saksikan sendiri di mini museum. Sebenarnya, bangunan itu adalah bekas rumah warga yang menjadi korban erupsi Merapi. Rumah yang rusak berat itu kini menjadi saksi bisu betapa berbahayanya situasi saat itu. Terdapat benda-benda yang tak berwujud utuh lagi seperti perabotan rumah tangga, tulang-belulang hewan, dan sepeda motor. Selain itu, di dinding bangunan terdapat sejumlah foto hasil jepretan tim SAR selama musibah terjadi. Siapa pun yang melihat foto-foto itu pasti merinding. 

Batu Alien
Merapi 1
Selanjutnya, kami d bawa ke batu wajah yang populer disebut batu Alien. Padahal, kata Mas Bimo, awalnya penduduk menyebutnya batu alihan (Jawa: pindahan). Namun, orang-orang entah salah dengar atau sengaja mempelesetkannya menjadi batu Alien. Hehehe. Disebut batu alihan karena batu besar tersebut merupakan salah satu material vulkanik yang dimuntahkan Gunung Merapi ke kawasan itu. Dan, disebut batu wajah karena jika diamati batu itu berbentuk wajah lengkap dengan bagian yang menyerupai mata, hidung, mulut, dan telinga.

Adventure
Merapi 2
Objek berikutnya yang menarik perhatian saya adalah kawasan bunker. Maaf, lebih tepatnya bukan bunker itu, tetapi dataran sejuk berkabut di atas bunker tepat di dekat puncak Merapi. Bisa juga dibilang saat itu saya kurang beruntung karena tak bisa melihat puncak gunung dengan ketinggian 2.968 m dpl tersebut secara utuh. Namun, saya tetap antusias mengabadikan puncak Merapi dan aktivitas pengunjung dengan latar kabut. Selain Jeep, ada sekelompok pengunjung yang mengendarai sepeda gunung atau motor trail. Saking asiknya menikmati kesejukan pagi di kawasan tersebut, kami sampai dipanggil Mas Bimo untuk melanjutkan perjalanan. 

Jelajah
Merapi berkabut
Berkesan
Mengunjungi Gunung Merapi yang telah meletus sebanyak 68 kali sejak tahun 1548 memberi saya pengalaman berharga tentang kebesaran Tuhan dan fenomena alam ini. Dan, saat itu juga pertama kalinya saya merasakan off road dengan Jeep. Ya, Mas Bimo membawa kami ke sejumlah rute yang memacu adrenaline. Sebelum kembali ke Tlogo Putri, kami pun sempat diajak menerjang sungai di kawasan Tempuran. Berkesan! (*)

You Might Also Like

4 comments

  1. Keren....sayang waktu itu jalur kaliurang di tutup bgi pendaki..terpaksa ambil jalur New Selo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Fiqh. Bedanya, kamu hiking sampai puncak, sy cukup lihat dari jauh. Hehehe

      Delete
  2. Mantabssss nih petualangan nya...kayak off road selama perjalanan. Seru abis Mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasiih, Mas Adi. Iya, memang ga seekstrem off road beneran, tapi lumayanlah buat seru2an. Hehehe

      Delete

>