Friday, 12 December 2014

SENSASI SENDIRI DI COBAN TALUN



Malang dan Batu, Jawa Timur, dikenal memiliki sejumlah air terjun. Di dua kota itu, air terjun disebut coban. Di antaranya, Coban Rondo, Coban Talun, Coban Jahe, Coban Rais, dan Coban Pelangi. Nah, Senin, 17 November 2014, aku berkesempatan menjelajahi Coban Talun di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Masih dari edisi workshop berbuah jalan-jalan. Hehe.

Loket tiket Coban Talun
Karena waktu itu hujan sudah mulai sering datang tanpa diundang, aku sengaja keluar dari hotel di kawasan Jalan Punden, Kota Batu, pagi-pagi, sekitar pukul 07.00. Mikrolet orange dengan rute Terminal Batu-Selecta-Talun-Brantas mengantarku sampai ke depan loket tiket Coban Talun. Aku adalah pengunjung pertama pagi itu. Sendirian pula. 

Sungai dengan view hutan pinus
Setelah membeli tiket masuk Rp. 5.000 dan menitipkan tas di loket tiket, aku harus jalan kaki. Jaraknya kurang lebih 1,5 kilometer, melewati sungai, ladang wortel, daaan hutan pinus! Aku suka hutan pinus. Udara sejuk dan segar membuatku semakin menikmati acara jalan kaki itu. Berasa sehatnya!

Jalan setapak di hutan pinus

Sebenarnya, ini adalah kunjungan keduaku ke Coban Talun. Tahun 2000, aku pernah mengantar siswa-siswa SMAN Kepanjen, Malang, berkemah di sini. Waktu itu, aku masih kuliah dan praktik mengajar di sekolah tersebut. Memang, kawasan hutan pinus Coba Talun juga kerap digunakan untuk perkemahan. Jadi, aku tidak ragu jalan sendiri karena sudah mengenal dengan baik medan menuju Coban Talun.

Coban Talun 1
Jalan setapak menuju air terjun awalnya landai. Semakin dekat dengan tujuan, jalan lumayan curam. Untuk mendekat ke dasar air terjun, aku harus menuruni tebing dengan ekstra hati-hati. Maklum, jalan tanah itu licin sisa hujan semalam. Untunglah, banyak ranting pohon di sepanjang jalan yang bisa jadi pegangan. Selain itu, sebagian jalan telah dibuat serupa undakan untuk memudahkan pengunjung menuruni tebing. 
Coban Talun 2
Coban Talun 3

Setiba di air terjun, aku merasa sangat beruntung. Aku bisa menikmati Coban Talun sendirian karena tidak ada pengunjung lain. Seru-seru ngeri sih sebenarnya. Hehehe. Coban Talun memiliki ketinggian sekitar 75 meter. Saat itu, volume air terjun tidak terlalu tinggi sehingga aku bisa turun sampai sungai di dasar air terjun. Jika volume air tinggi, pengunjung hanya bisa menikmati pemandangan dari batu-batu besar di sekitar air terjun.

Coban Talun 4
Coban Talun 5

Setelah puas menikmati sejuknya air terjun, aku mencoba mencari angle lain untuk mengabadikan panorama Coban Talun. Meski sempat bersusah payah naik turun batu-batu besar di sepanjang sungai, akhirnya aku menemukan satu spot yang menurutku menarik. Ada sebuah lempengan batu besar yang bahkan bisa dipakai tiduran. Kering dan tidak licin. Aaah, masih teringat rasanya duduk selonjoran di sana sambil mengagumi pesona Coban Talun. (*)

3 comments: